Selamat Datang di Portal Pendidikan

Model Pembinaan Dan Pengembangan kesiswaan Berbasis Mutu Pendidikan

Oleh: Choirul Huda, S.Pd.I., M.Pd. | Manajemen Pendidikan Islam


A.    PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembangunan nasional yang memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan masa depan suatu bangsa. Selain itu, pendidikan merupakan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, di mana peningkatan kecakapan dan kemampuan diyakini sebagai faktor penting pendukung sumber daya manusia dalam mengarungi kehidupan dengan berbagai problematika. Kemajuan di bidang pendidikan akan berpengaruh terhadap pola pikir dan sikap dari sumber daya manusia yang dihasilkannya untuk bisa bertahan sehingga selaras dengan kemajuan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengaruh globalisasi saat ini, menuntut para praktisi pendidikan dan pemerintah agar memikirkan strategi yang tepat untuk memajukan pendidikan dan menghasilkan pendidikan yang bermutu. Paradigma manajemen pendidikan ini memberikan pandangan terhadapan lembaga  sekolah untuk mengelola semaksimal mungkin sebagai asas-asas dalam  meningkatkan mutu pendidikan. Dalam hal ini, Para manajer pendidikan dituntut untuk mencari dan menerapkan manajemen yang berorientasi pada mutu dan perbaikan yang berkesinambungan.. Oleh karena itu, manajemen sekolah harus mengembangkan kreativitas, inovasi, modernisasi, dan terfokus pada pelanggan pendidikan. Salah satunya implementasinya dengan menggunakan model pembinaan dan pengembangan di lembaga pendidikan.
Di ponorogo, tepatnya di kecamatan Mlarak, terdapat salah satu yayasan pendidikan dengan lembaga sekolahnya yang berbasis pondok. Yayasan  dengan lembaga sekolahnya yang berbasis pondok terswebut terletak di desa Siwalan, Kecamatan Mlarak, kabupaten Ponorogo. Yayasan tersebut mempunyai beberapa tingkat lembaga pendidikan. mulai dari taman kanak-kanak (TK), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah ‘Aliyah (MA).
Di antara  ranah lembaga tersebut, terdapat hal yang unik pada tingkatan Lembaga Pendidikan Mts dan MA. Keunikannya terletak pada Sitem Lembaga pendidikan yang sudah berbeda dengan sitem lembaga pendidikan yang dulu.  lembaga pendidikan Mts  MA di yayasan ini hanya sebatas menjadi sekolah dengan berbasis pondok. dengan perubahan-perubahan yang dilakukan saat ini, lemabaga tersebut membuat suatu sistem baru yang di terapkan di lembaga tersebut sebagai implementasi dari Model Pembinaan Dan Pengembangan  kesiswaan Berbasis Mutu Pendidikan di Pondok Pesantren Sulamul Huda Siwalan Mlarak Ponorogo.
Dari latar belakang tersebut yang berinklusi bahwa Model Pembinaan Dan Pengembangan  kesiswaan sabagai konstribusi nyata dalam Mutu Pendidikan,  Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana deskripsi, analisis, serta strategi peningkatan  Model Pembinaan Dan Pengembangan  kesiswaan Berbasis Mutu Pendidikan di Pondok Pesantren Sulamul Huda Siwalan Mlarak Ponorogo

B.     PEMBAHASAN
  1. Deskripsi Model Pembinaan Dan Pengembangan  kesiswaan Berbasis Mutu Pendidikan di Pondok Pesantren Sulamul Huda Siwalan Mlarak Ponorogo.
Pondoik pesantren sulamul huda merupakan salah satu pondok yang berada di kecamatan mlarak. Pondok  ini  merupakan lembaga pendidikan yang berdiri tahun 1993 oleh H. Iswahyudi Baidlowi, H. Abdul Roziq Yusuf dan kawan-kawan. Pada awalnya para pendiri pesantren ini  mendirikan sebuah yayasan Islam Siwalan pada tahun 1977, yayasan ini menyediakan pendidikan untuk madrasah ibtida’iyah saja. Namun dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat akan pendidikan agama islam yang kaffah maka didirikanlah pondok pesantren Sulamul Huda.[1]
Seingiring perkembangan dan kebutuhan, pondok pesantren Sulamul Huda mempunyai beberapa tingkat lembaga pendidikan. mulai dari taman kanak-kanak (TK), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah ‘Aliyah (MA). Lembaga pendidikan di tingat MTs. MA ini mempunyai Kurikulum di rancang secara akomodatif dengan sistem terpadu artinya mata pelajaran yang di berikan adalah merupakan akumulasi dari kurikulum Departemen Agama, dan metode belajar mengajar Pondok Salafiyah dan Pondok Modern. Sebagai contoh dari Keterpaduan dari kurilum ini adalah, bahan ajar yang digunakan itu diambil dari tiga akumulassi tersebut. missalnya pelajaran fiqih, bahan ajar yang digunakan diambil dari buku yang dikeluarkan kemenag, dan ditambah kitab salafi  Fathul Qorib, dari Tasawuf menggunakan kitab  Minahussaniah.  Dan juga pelajran nahwu menggunakan buku-buku modern. Yaitu Nahwu Wadih Juz 1,2,3. Dan masih banyak lagi model akumulasi dari ketiga komponen tersebut. Hal ini bertujuan agar Pondok Pesantren mampu mencetak kader umat Islam yang berkemampuan komprehensif yang siap menjawab tantangan yang berkembang dalam masyarakat.[2]
Lembaga pendidikan di tingat MTs. MA ini juga mempunyai keunikan yang dapat dibilang berbeda dengan lembaga pendidikan yang lain.. Keunikannya terletak pada Sitem Lembaga pendidikan yang sudah berbeda dengan sitem lembaga pendidikan yang dulu.  lembaga pendidikan Mts  MA di pondok pesantren ini hanya sebatas menjadi sekolah dengan berbasis pondok. Artinya, sekolah ini hanya  sebatas sekolah dengan pelaajaran-pelajaran yang bermuatan Ajar Pondok. dengan perubahan-perubahan yang dilakukan saat ini, lembaga tersebut membuat suatu sistem baru yang di terapkan di lembaga tersebut sebagai implementasi dari Model Pembinaan Dan Pengembangan  kesiswaan Berbasis Mutu Pendidikan di Pondok Pesantren Sulamul Huda Siwalan Mlarak Ponorogo.[3]
Pengembangan yang dilakukan oleh pondok pesantren sulamul huda ini dengan mengembangkan mutu pendidikan yang berorientasi pada kesiswaan. di lain kurikulumnya yang terakumulasi dari beberapa metode, pondok pesatren sulamul huda menambahkamn sistem mukim 24 jam penuh. Sistem pengembangan yang baru ini tidak sebatas hanya mukim,  merlainkan juga bertambahya nilai-nilai  ajar yang diberikan kepada santri yang menginginkan mukim di pondok. Beberapa  materi yang menonjol di pegembagan ini adalah santri wajib menghafalkan al-qurna dengan target tertentu yang telah ditentukan.  Dalam istilah lainnya adalah pondok tahfidz. Selain itu,   dalam pengembangan kesiswaan ini, siswa tidak hnya dituntut dalam hafalan, tetapi juga terdapat  aktivitas-aktivitas  kesiswaan yang lain yang itu bertujuan untuk mengintensifkan materi-materi pedidikan yang ada di pondok pesantren sulamul huda.[4]
Pasca perbincangan dengan salah sati guru di sana, di dapatkan bahwa ada faktor-faktor yang melatarbelakangai manajemen pengembangan kesiswaan  ini diimplementasikan. Dari faktor external, dikarenankan  semakin pesatnya kamajuan-kemajuan pendidikan yang menimbulkan efek daya saing antara lembaga pendidikan yang ada di sekitar wilayah tersebut.  dari faktor internal, dengan dimplementasikan model pengembangan  kesiswaaan ini, diharapkan bahwa mutu pendidika bisa semakin baik dan konprehensif. Aspek kesiswaanpun juga mempunyai lulusan yang baik di bidang  intelektual, spiritualtas, emosionalitas, serta sosial. Oleh karena itu, model pembinaan dan pengembangan kesiswaan berbasis mutu pendidikan ini diimplementgasikan.

  1. Analisis keunggulan dan Kelemahan Model Pembinaan Dan Pengembangan  kesiswaan Berbasis Mutu Pendidikan di Pondok Pesantren Sulamul Huda Siwalan Mlarak Ponorogo..
Pondoik pesantren sulamul huda merupakan salah satu pondok yang berada di kecamatan mlarak. Pondok ini di Lembaga pendidikan tingat MTs. MA mempunyai Kurikulum yang dirancang secara akomodatif dengan sistem terpadu artinya mata pelajaran yang di berikan adalah merupakan akumulasi dari kurikulum Departemen Agama, dan metode belajar mengajar Pondok Salafiyah dan Pondok Modern. Hal ini memberikan tingkat mutu yang  baik seiring pesatnya perkembangan dan pesaingan di dunia pendidikan. Model pengembangan ini juga selaras jika dihadapkan degan teori manajemen mutu terpadu pendidikan. Manajemen mutu terpadu dalam pendidikan merupakan suatu system manajemen yang menyangkut mutu sebagai usaha dan berorientasi pada kepuasan pelanggan pendidikan sebagai sasaran utama. Pelanggan dapat dibedakan menjadi pelanggan dalam (internal customer) dan pelanggan luar (eksternal customer).[5] Dalam dunia pendidikan yang termasuk pelanggan dalam adalah pengelola institusi pendidikan itu sendiri, misalnya manajer, guru, staff, dan penyelenggara institusi. Sedangkan yang termasuk pelanggan luar adalah masyarakat, pemerintah dan dunia industri. Jadi suatu lembaga pendidikan disebut bermutu apabila antara pelanggan internal dan eksternal telah terjalin kepuasan atas jasa yang diberikan.
Model Pengembangan keiswaan berbasis mutu yang begitu menonjol selanjutnya adalah Pondok Pesatren Sulamul Huda menambahkamn sistem mukim 24 jam penuh. Sistem pengembangan yang baru ini tidak sebatas hanya mukim,  merlainkan juga bertambahya nilai-nilai  ajar yang diberikan kepada santri yang menginginkan mukim di pondok. Beberapa  materi yang menonjol di pegembagan ini adalah santri wajib menghafalkan al-qurna dengan target yang telah ditentukan.  Selain itu,   dalam pengembangan kesiswaan ini, siswa mendapat  aktivitas-aktivitas  kesiswaan yang lain yang itu bertujuan untuk mengintensifkan materi-materi pendidikan yang ada di Pondok Pesantren Sulamul Huda.
Model pengembangan ini jika dihadapkan pada kenyataan sekrang, dapat dikatakan suatu pengembangan yang strategis.  Karena semakin pesatnya perkembangan yang ada, pembembangan ini  menjadi nilai jual yang tinggi terhadap pelanggan-pelanggan pendidikan. Di sisi lain, model pengembangan ini dapat dijadikan jawaban atas daya saing yang ada  di lingkungan pendidikan. Pasalnya, kesempurnaan mutu yang komprehensif yang sesuai minat pelanggan merupakan harga mati yang harus dipenuhi di lingkungan pendidikan.
Implementasi pengembangan yang dilakukan pondok pesantren sulamul huda ini juga selaras dengan konsep manajemen mutu terpadu.  Yang secara singkat dijelaskan bahwa konsep ini dicanangkan untuk memberikan perbaikan secara terus menerus. Aplikasi konsep manajemen mutu-TQM  dalam  pendidikan  ditegaskan  oleh  Sallis  yaitu  Total  Quality Management  adalah  sebuah  filosofi  tentang  perbaikan  secara  terus-menerus, yang dapat memberikan seperangkat alat praktis kepada setiap institusi pendidikan dalam memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan para pelangganya, saat ini dan untuk masa yang akan datang.[6]  TQM adalah sebagai suatu filosofi dan  suatu  metodologi untuk membantu mengelola perubahan. Inti dari TQM adalah perubahan budaya dari pelakunya. Sedangkan Slamet menegaskan bahwa TQM adalah suatu prosedur  di  mana  setiap  orang  berusaha  keras  secara  terus  menerus memperbaiki jalan menuju sukses.[7]
Dari beberapa kelebihan yang terkemuka di atas, ada beberapa hal yang menjadikan sistem tersebut mempunyai kelemahan.  Dari segi reliabelitas implementasinya itu masih sangat kurang. Faktanya, standar pencapaian yang ditetapkam itu massih  belum bisa tercapai maksimal. Fakta di lapangan, ada beberapa faktor yang menyebabkan  standar mutu ini tidak terpenuhi. Pertama, kurangnya guru dalam membina dan mengembngkan kesiswaan berbasis mutu pendidikan di pondok tersebut. Dalam hal ini, pondok hanya memberikan tanggung jawab hanya ke satu ustadz dan ustdzah disana yang notabene kurang bisa bekerja maksimal. Kedua, dari manajemen mutu guru yang lemah tersebut diatas, berimlikasi kepada siswa-siswanya yang kurang bisa diintensifkan untuk mencapai standar kelulusan yang ditetapkan.

  1. Tawaran Strategi Peningkatan Mutu Model Pembinaan Dan Pengembangan  kesiswaan Berbasis Mutu Pendidikan di Pondok Pesantren Sulamul Huda Siwalan Mlarak Ponorogo.
Pembinaan dan pengembangan  kesiswaan berbasis mutu pendidikan yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Sulamul Huda ini merupakan pengembangan yang strategis. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya harus selalu dievaluasi secara terus menerus. Hal ini dilakukan untuk memberikan perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan sebagai syarat  peningkatan mutu pendidikn. Bentuk evaluasi tersebut meliputi dapat ditambahkannya tenaga ajar dalam pembinaan dan pengembangan kesiswaan berbasis mutu ppendidikan di pondok pesantren ini. Hal ini agar berimplikasi pada stabilitas sistem pembinaan dan pengembangan bisa mempunya rangking yang bagus. Dan juga agar dapat mempunyai output sesuai dengan standar  mutu yang telah ditentukan.

C.    KESIMPULAN
1.      Pondoik pesantren sulamul huda merupakan salah satu pondok yang berada di kecamatan mlarak. Pondok  ini  merupakan lembaga pendidikan di tingat MTs. MA yang mempunyai Kurikulum dirancang secara akomodatif dengan sistem terpadu, artinya mata pelajaran yang di berikan adalah merupakan akumulasi dari kurikulum Departemen Agama, dan metode belajar mengajar Pondok Salafiyah dan Pondok Modern. Model Pengembangan keiswaan berbasis mutu yang begitu menonjol di  Pondok ini adalah ditambahkannya  sistem mukim 24 jam penuh. Sistem pengembangan yang baru ini tidak sebatas hanya mukim,  merlainkan juga bertambahya nilai-nilai  ajar yang diberikan kepada santri yang menginginkan mukim di pondok. Beberapa  materi yang menonjol di pegembagan ini adalah santri wajib menghafalkan al-qurna dengan target yang telah ditentukan.  Selain itu,   dalam pengembangan kesiswaan ini, siswa mendapat  aktivitas-aktivitas  kesiswaan yang lain yang itu bertujuan untuk mengintensifkan materi-materi pendidikan yang ada di Pondok Pesantren Sulamul Huda
2.      Implementasi pengembangan yang dilakukan pondok pesantren sulamul huda ini juga selaras dengan konsep manajemen mutu terpadu.  Yang secara singkat dijelaskan bahwa konsep ini dicanangkan untuk memberikan perbaikan secara terus menerus. Selain itu Model pengembangan ini jika dihadapkan pada kenyataan sekrang, dapat dikatakan suatu pengembangan yang strategis.  Karena semakin pesatnya perkembangan yang ada, pembembangan ini  menjadi nilai jual yang tinggi terhadap pelanggan-pelanggan pendidikan. Di sisi lain, model pengembangan ini dapat dijadikan jawaban atas daya saing yang ada  di lingkungan pendidikan. Pasalnya, kesempurnaan mutu yang komprehensif yang sesuai minat pelanggan merupakan harga mati yang harus dipenuhi di lingkungan pendidikan.
3.      Pembinaan dan pengembangan  kesiswaan berbasis mutu pendidikan yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Sulamul Huda ini merupakan pengembangan yang strategis. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya harus selalu dievaluasi secara terus menerus. Harl ini dilakukan untuk memberikan perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan sebagai syarat  peningkatan mutu pendidikn.



[1] https://ppsulamulhuda.wordpress.com/pondok-pesantren-sulamul-huda/ “Sejarah Singkat Pondok Pesantren Sulamul Huda Siwalan Mlarak Ponorogo”, Diakses 03/10/2017.
[2] M. Abdul Khalim, Wawancara, Ponorogo, 03 Oktober 2017. “ Salah Satu ustadz Di Pondok Pesantren Sulamul Huda.
[3] M. Abdul Khalim, Wawancara, Ponorogo, 03 Oktober 2017.
[4] M. Abdul Khalim, Wawancara, Ponorogo, 03 Oktober 2017.
[5] Usman Husaini, Manajemen Teori Praktik Dan Riset Pendidikan, (Yogyakarta : Bumi Aksara, 2010), 530.
[6] Sallis   Edward,   Total   Quality   Management   in   Education;   Manajemen   Mutu
Pendidikan, terj. Ahmad Ali Riyadi, Yogyakarta, 2006, Cet. IV. 73.
[7] Slamet, Margono, Manajemen Mutu Terpadu dan Perguruan Tinggi Bermutu, Pustaka
Pelajar, Yogyakarta, 1994. 54.
Share this post :

Posting Komentar

Contact Admin


Choirul Huda,S.Pd.I.M.Pd.
FB: Choirul at-Tarbawy
`

Flag Counter

free counters

Statistik Blog

 
Support : choirull | Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar | Pondok Pesantren Al-Islam Joresan
Copyright © 2016. ANTOLOGI - All Rights Reserved
Template by binaaku community Modified by Choirull
Proudly powered by Retensi Akademika