Selamat Datang di Portal Pendidikan

MELAKUKAN EVALUASI TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN

Oleh: Choirul Huda, S.Pd.I., M.Pd. | Manajemen Pendidikan Islam


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Pembahasan
Menginterpretasikan sebuah Kehidupan, pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, karena pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pendidikan adalah usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin jasmani dan rohani kearah kedewasaan. Upaya perbaikan dibidang pendidikan merupakan suatu keharusan untuk selalu dilaksanakan agar suatu bangsa dapat maju dan berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa upaya dilaksanakan antara lain penyempurnaan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, perbaikan sarana-sarana pendidikan, dan lain-lain. Hal ini dilaksanakan untuk meningkatkan mutu pendidikan bangsa dan terciptanya manusia Indonesia seutuhnya.
Untuk mencapai tujuan yang diinginkan tersebut, maka dalam lembaga pendidikan formal yaitu sekolah, keberhasilan pendidikan ditentukan oleh keberhasilan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, yakni keterpaduan antara kegiatan guru dengan kegiatan siswa. Bagaimana siswa belajar banyak ditentukan oleh bagaimana guru mengajar. Salah satu usaha untuk mengoptimalkan pembelajaran adalah dengan mengevaluasi dan memperbaiki proses pembelajaran yang banyak dipengaruhi oleh guru. Komponen-komponen yang terpenting adalah perencanaan, pelakasanaan, dan evaluasi. Guru harus memiliki dan menguasai perencanaan kegiatan belajar mengajar, melaksanakan kegiatan yang direncanakan dan melakukan penilaian terhadap hasil dari proses belajar mengajar. karena proses pembelajaran merupakan sebuah sistem, sebagai implementasi standar proses yang telah ditetapkan.


B.     Pokok Pembahasan
Dari uraian di atas yang berimplikasi kepada urgensi sebuah Evaluasi terhadap proses pembelajaran, pemakalah bermaksud akan mengkaji dengan bertitik tumpu pada beberapa poin, yaitu evaluasi terhadap proses pembelajaran dalam pengertiannya, prinsip-prinsip, dan tujuan evaluasi terhadap proses pwembelajaran.




BAB II
PEMBAHASAN

A.      Perngertian dan Fungsi
Evaluasi berasal dari kata Evaluation (bahasa Ingggris). Kata tersebut diserap dalam pembendaharaan istilah bahasa Indonesia dengan tujuan mempertahankan kata aslinya dengan sedikit penyesuaian lafal Indonesia menjadi "Evaluasi".[1] evaluasi dalam arti luas adalah suatu proses merencanakan, memperoleh dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif- alternatif keputusan.[2] Evaluasi pada dasarnya adalah memberikan pertimbangan atau harga nilai berdasarkan kriteria tertentu, untuk mendapatkan evaluasi yang meyakinkan dan objektif dimulai dari informasi-informasi kuantitatif dan kualitatif.[3]
Dalam perspektif kegiatan proses pembelajaran, evaluasi mengandung beberapa pengertian, diantaranya adalah:
1.      evaluasi pendidikan adalah penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa kearah tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan di dalam kurikulum.[4]
2.      Menurut Abdul Basir evaluasi adalah proses pengumpulan data yang deskriptif, informative, prediktif, dilaksanakan secara sistematik dan bertahap untuk menentukan kebijaksanaan dalam usaha memperbaiki pendidikan.[5]
3.      Menurut Oemar Hamalik, evaluasi adalah proses berkelanjutan tentang pengumpulan dan penafsiran informasi untuk menilai (assess) keputusan-keputusan yang dibuat dalam merancang suatu system pengajaran. Rumusan itu mempunyai tiga implikasi, yaitu sebagai berikut:
a.       Evaluasi adalah suatu proses yang terus-menerus, bukan hanya pada akhir pengajaran, tetapi dimulai sebelum dilaksanakannya pengajaran sampai dengan berkahirnya pengajaran.
b.      Proses evaluasi senantiasa diarahkan ke tujuan tertentu, yakni untuk mendapatkan jawaban-jawaban tentang bagaimana memperbaiki pengajaran
c.       Evaluasi menuntut penggunaan alat-alat ukur yang akurat dan bermakna untuk mengumpulkaninformasi yang dibutuhkan guna membuat keputusan.[6]
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa evaluasi terhadap proses pembelajaran merupakan sebuah proses kegiatan yang berkenaan dengan mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya dijadikan bahan analisis, dan hasil dari analisis tersebut digunakan untuk menentukan tindakan yang tepat tentang bagaimana implementasi prosers pembelajaran pada waktu-waktu mendatang sesuai dengan yang telah direncanakan. Seorang pendidik harus mengetahui sejauh mana keberhasilan pengajarannya tercapai dengan baik dan untuk memperbaiki serta mengarahkan pelaksanaan proses belajar mengajar, dan untuk memperoleh keputusan  tersebut  maka  diperlukanlah  sebuah  proses  evaluasi  dalam.
Evaluasi dalam pembelajaran dilakukan untuk kepentingan pengambilan keputusan, misalnya tentang akan digunakan atau tidaknya suatu pendekatan, metode, atau teknik. Tujuan utama dilakukan evaluasi proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
1.      Menyiapkan informasi untuk keperluan pengambilan keputusan dalam proses pembelajaran.
2.      Mengidentifikasi bagian yang belum dapat terlaksana sesuai dengan tujuan.
3.      Mencari alternatif tindak lanjut, diteruskan, diubah atau dihentikan.[7]
Dalam keadaan pengambilan keputusan proses pembelajaran, evaluasi sangat penting karena telah memberikan informasi mengenai keterlaksanaan proses belajar mengajar, sehingga dapat berfungsi sebagai pembantu dan pengontrol pelaksanaan proses belajar mengajar. Di samping itu, fungsi evaluasi proses adalah memberikan informasi tentang hasil yang dicapai, maupun kelemahan-kelemahan dan kebutuhan tehadap perbaikan program lebih lanjut yang selanjutnya informasi ini sebagai umpan balik (feedback) bagi guru dalam mengarahkan kembali penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaan rencana dari rencana semula menuju tujuan yang akan dicapai.[8] Dengan demikian, betapa penting fungsi evaluasi itu dalam proses pembelajaran.
Dalam peraturan menteri pendidikan nasional nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses, telah diterangkan terkait evaluasi terhadap proses pembelajaran. Evaluasi  proses  pembelajaran  diselenggarakan  dengan cara membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses, mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru, dan  Evaluasi proses pembelajaran yang memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan bertujuan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Dalam pelaksanaan evaluasi tersebut dapat diidentifikasi dari tiga aspek:[9]
1.      Evaluasi pada aspek perencanaan proses pembelajaran,
pada tahap perencanaan proses pembelajaran ini meliputi evaluasi terhadap silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Silabus merupakan sebagai acuan pengembangan RPP yang memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus ini dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi lulusan (SKl), serta panduan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pelaksanaannya, pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan.[10] Sedangan RPP, Secara garis besar rencana pelaksanaan proses pembelajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan apa yang akan dicapai oleh suatu kegiatan pengajaran, cara apa yang dipakai untuk menilai pencapaian tujuan tersebut, materi/bahan apa yang akan disampaikan, bagaimana cara menyampaikannya, serta alat atau media apa yang diperlukan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur, dan pengorganisasian pembelajaran untuk  mencapai  satu  kompetensi  dasar  yang  ditetapkan. Dua aspek ini penting untuk dilakukan evaluasi karna keduanya tersebut sebagai dasar perumusak konsep pelkasanaan pembelajaran yang akan dilakukan, yang mempunyai konklusi pada tujuan yang ingin dicapai.
2.      Evaluasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran
 Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Dalam kegiatan pendahuluan meliputi menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran. mengajukan pertanyaan­pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari, dan menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai.
Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuai­ kan dengan karakteristik peserta didik dan mata pela­ jaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.[11]
a.       Eksplorasi adalah Serangkaian kegiatan pembelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mencaritemukan berbagai informasi, pemecahan masalah, dan inovasi.
b.      Elaborasi    adalah    Serangkaian    kegiatan    pembelajaran    yang memungkinkan peserta didik mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri melalui berbagai kegiatan dan karya yang bermakna.
c.       Konfirmasi   adalah   Serangkaian   kegiatan   pembelajaran    yang memberi kesempatan bagi peserta didik untuk dinilai, diberi penguatan dan diperbaiki secara terus-menerus.
Pada tahap ini, evaluasi dilakukan dengan membandingkan standar proses yang telah ditetapkan dengan proses  pembeljaran yang telah dilaksanaan. Hal ini bertujuan  agar antara konsep dasar dengan praktisnya bisa berjalan sinergis dan dapat menginklusikan kesempurnaan proses pembelajaran.

3.      Evaluasi pada aspek penilaian hasil pembelajaran.
Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran. Sukses tidaknya suatu pelaksanaan proses pembvelajaran itu juga dapat diidentifikasi dari penilaian hasil belajar. Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofolio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran.[12]


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
evaluasi sangat penting karena telah memberikan informasi mengenai keterlaksanaan proses belajar mengajar, sehingga dapat berfungsi sebagai pembantu dan pengontrol pelaksanaan proses belajar mengajar. Di samping itu, fungsi evaluasi proses adalah memberikan informasi tentang hasil yang dicapai, maupun kelemahan-kelemahan dan kebutuhan tehadap perbaikan program lebih lanjut yang selanjutnya informasi ini sebagai umpan balik (feedback) bagi guru dalam mengarahkan kembali penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaan rencana dari rencana semula menuju tujuan yang akan dicapai.




[1]Suharsimi Arikunto dan Cepi Saifudin Abdul Jabar, Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoritis Praktis Bagi Praktisi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2004),  1.
[2] M. Ngalim Purwanto,M.P, Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004),  3.
[3]Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif Suatu Pendekatan Teoritis Psikologis, (Jakarta: Rineka Cipta: 2005),  245.
[4] Ibid, 4.
[5]Abdul Basir, Evaluasi Pendidikan, (Surabaya: Universitas Airlangga, 1998), 4.
[6]Oemar Hamalik, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, (Jakarta: Bumi Aksara, 2005),  1.
[7]Ahmad Sofyan, Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi, (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006), 3.
[8]Ibid., h. 32.
[9] Permendiknas Nomor 41 tahun 2007.
[10] Permendiknas Nomor 41 tahun 2007.
[11] Permendiknas Nomor 41 tahun 2007.
[12] Ibid.
Share this post :

Posting Komentar

Contact Admin


Choirul Huda,S.Pd.I.M.Pd.
FB: Choirul at-Tarbawy
`

Flag Counter

free counters

Statistik Blog

 
Support : choirull | Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar | Pondok Pesantren Al-Islam Joresan
Copyright © 2016. ANTOLOGI - All Rights Reserved
Template by binaaku community Modified by Choirull
Proudly powered by Retensi Akademika