Selamat Datang di Portal Pendidikan

MANAJEMEN HUMAS

Oleh: Choirul Huda, S.Pd.I., M.Pd. | Manajemen Pendidikan Islam

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Pembahasan
Public relations (PR) atau kadang disebut dengan istilah hubungan masyarakat (HUMAS) memiliki  posisi  yang  sangat  penting  dalam  sebuah  organisasi, terutama  bila organisasi tersebut sering berinteraksi dengan masyarakat luas. Public relations merupakan salah satu front liner penting dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Public relations menentukan kesan positif sebuah organisasi di mata masyarakat. Dan hubungan dengan masyarakat akan menentukan bagaimana organisasi tersebut bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat. Dengan kata lain, Public relations juga berperan dalam membangun hubungan, khususnya hubungan komunikasi, antara organisasi dengan masyarakat luas.
Dalam  lembaga  pendidikan ,  Public  relations  memiliki  peran  yang  sangat penting. Humas dalam fungsi operasionalnya melakukan upaya membina hubungan yang harmonis antara lembaga pendidikan dengan publik eksternal (masyarakat).  Dalam hal ini, bagaimana pola Humas yang Terdapat di sebuah lembaga tersebut sangat menentukan terhadap citra lembaga tersebut di publik eksternal (masyarakat). Maka dari itu, pola humas tersebut harus mempunyai manajemen  yang strategis dalam upaya-upaya membangun citra baik dan hubungan yang harmonis dengan publik eksternal (masyarakat).

B.     Pokok Pembahasan
Dari terminoligi di atas yang berimplikasi terhadap pentingnya Public Relation di suatu lembaga pendidikan,  pemakalah bermaksud akan mengexplorasi tentang Model Manajemen Public Relation di Pondok pesantren “Al-Islam”.
.


BAB II
PEMBAHASAN
Public Realtion di Pondok Pesantren Al-Islam

A.      Dasar berdirinya pondok pesantren al islam
Pondok Pesantren Al-Islam adalah sebuah pesantren yang berkedudukan di desa Joresan kecamatan Mlarak kabupaten Ponorogo. Didirikan pada tahun 1961 oleh MWC NU Mlarak. Memiliki unit pendidikan Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP), Madrasah Aliyah (setingkat SMA), dan SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan.
Berdirinya Pondok Pesantren Al-Islam yang berlokasi di desa Joresan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo Jawa Timur dilatar belakangi oleh keadaan krisis kualitas kehidupan umat Islam Indonesia khususnya di Ponorogo pada tahun enam puluhan. Pada masa itu sarana pengembangan kehidupan umat Islam, kaderisasi umat Islam, dan anak-anak putus sekolah sebagai akibat dari keterbelakangan dan kemiskinan yang masih melingkupi kehidupan sebagian besar masyarakat Ponorogo, terutama yang tinggal di daerah pedesaan.
Meskipun di Ponorogo telah lama berdiri beberapa lembaga pendidikan Islam yang berpaham Islam Modernis, namun keberadaannya terlanjur dianggap sebagai tempat menuntut ilmu kaum priyayi yang tak terjangkau Wong Cilik, sehingga keterbelakangan dan kenihilan ilmu pengetahuan masih juga memprihatinkan.

B.       Visi misi, dan kurikulum pondok pesantren al islam.
Visi dari pondok pesantren al-Islam ini adalah “Pondok yang berwawasan keagamaan, berorientasi pada perubahan, disiplin dan berkualitas”,  sedangankan misi dari dari pondok pesantren al-Islam ini adalahTerciptanya generasi muslim yang berbudi pekerti luhur,  trampil, dinamis dan cinta almamater.”
Kurikulum Pondok Pesantren Al-Islam di rancang secara akomodatif dengan sistem terpadu artinya mata pelajaran yang di berikan adalah merupakan akumulasi dari kurikulum Departemen Agama, dan metode belajar mengajar Pondok Salafiyah dan Pondok Modern. kekhasan kurikulum Pondok Pesantren Al-Islam ini terlihat dengan lahirnya motto "Al-Muhaafadlotu 'Ala-L-Qodiimi-S-sholih Wal Akhdzu Bil-L-Jadidiidiil-Ashlahi". Hal ini bertujuan agar Pondok Pesantren Al-Islam mampu mencetak kader umat Islam yang berkemampuan komprehensif yang siap menjawab tantangan yang berkembang dalam masyarakat.

C.      Pelaksanaan Public Relation  Di pondok pesantren al islam
Humas dalam Lembaga Pendidikan Mempunyai eran yang sangat pending. Karena humas menjadi salah satu stratregi untuk membentuk citra lembaga, baik citra Positif maupun Negatif. Cara yang dilakukan humas untuk membentuk cityra  positif lembaga ini dengan melalui beberapa program kegiatan. Yaitu, diadakannya baksos yang dilakukan oleh oraganisasi-organisasi intra sekolah, seperti Dewan ambalan, Komunitas Ilmiyah Santri, Koordinator, dan OPMI. Tidak hanya sampai di sini, juga  mengadakan pengajian di beberapa daerah yang sifatnya terbuka untuk umum. Dengan penceramah yang diambil dari  kiayi pondok pesantren itu sndiri. Dalam kegiatan yang lain, juga mempunyai program berkala yaitu mengadakan study ekonomi di beberapa perusahaan yang itu juga secara tidak langsung memberikan dapat citra positif terhadap pondok pesantren.
Di program yang lain, humas juga menerbitkan segala bentuk kegiatan pondok di beberapa media, yaitu meliputi Facebook, Instagram,  dan di website resmi. Serta, humas  mempunyai program pengadaaan Majalah yang terbit pada edisi tertentu. Hal ini bertujuan untuk menciptakan citra positif pondok  serta sebagai ajang promosi dalam pengembangan pondok pesantren.


BAB III
PENUTUP

Humas dalam Lembaga Pendidikan Mempunyai eran yang sangat pending. Karena humas menjadi salah satu stratregi untuk membentuk citra lembaga, baik citra Positif maupun Negatif. Di pondok pesantren al-Islam, Humas sangat berperan dalam penciptaan citra positif lembaga dan sebagai sarana pengembangan pondok pesantren agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.


Share this post :

Posting Komentar

Contact Admin


Choirul Huda,S.Pd.I.M.Pd.
FB: Choirul at-Tarbawy
`

Flag Counter

free counters

Statistik Blog

 
Support : choirull | Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar | Pondok Pesantren Al-Islam Joresan
Copyright © 2016. ANTOLOGI - All Rights Reserved
Template by binaaku community Modified by Choirull
Proudly powered by Retensi Akademika